Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Wednesday, December 12, 2012

Beach Time : Seminyak - Double Six

@Copyright Kue Putu : lovely sunset time at Seminyak Beach
Weekend di Bali paling pas menghabiskan waktu sore di pantai. Setiap hari minggu itu enaknya nongkrong di pantai Double Six, Seminyak. Biasanya sih sama temen-temen sambil menikmati bakso. Ya menikmati bule-bule lucu juga :D. Nah, tapi bule-bule di sini itu banyak yang ditemani 'ayam'. Lucu sih kalo mantengin mereka, terus menguping beberapa percakapan yang lucu.

Nah, suatu hari pas lagi asik ngobrol, tiba-tiba ada tiga cewek datang dari arah panatai menuju ke sekumpulan bule bersama 'ayam-ayamnya' yang duduk di depan kita. Ketiga cewek ini langsung nyamperin seorang bule sambil memukulnya pake helm. Terdengar bahasa inggris yang tidak sepantasnya terucap karena rada jorok dan juga pengucapan yang gak bener. Ketiga cewek ini masih sangat belia. Body-nya sih oke punya, apalagi susunya tuh ngalahin Jupe. Yah tapi attitude yang rada memalukan, juga fashion street yang rada nyeleneh :D. Kadang terdenger ucapan - ucapan : 'I'm good suck', 'Hey I'm still pirgin you know', bukanya bilang virgin eh malah pirgin.

Wednesday, April 25, 2012

Sanur Beach In The Morning

The fisherman's boats a long the beach

The coastline at Sanur Beach

A peaceful morning at Sanur Beach

Friday, March 16, 2012

Ubud, Good Friends and The Good Food

@ Coco Bistro Ubud with Bella, Erwin and Kelsey

Membahas kota yang satu ini, tidak akan pernah lepas dari kata kagum yang akan terlontar dari mulut kita. Ya, Ubud. Salah satu kota di pulau tercintaku Bali ini, sempat menjadi kota terbaik di Asia versi majalah Conde Nast di tahun 2010 lalu. So proud! Menurut saya sendiri predikat tersebut sangatlah tepat disandang oleh kota ini. Budaya, kehidupan masyarakatnya yang masih sangat memperhatikan kehidupan adat istiadat, serta alam yang masih asri, dilengkapi dengan bertebarnya hotel dan resort kelas bintang lima. Tidak hanya itu, untuk memanjakan lidah kita, bertebaran pula tempat-tempat makan yang berkelas serta menyajikan masakan mulai dari makanan asli Bali, sampai western food. Bukan yang berkelas saja sih, warung biasa pun punya kualitas dan rasanya yang autentik hmmmm...dijamin bikin ngiler dan nagih lagi!

Nah, kali ini saya akan bercerita, kenapa saya bisa terdampar di Ubud selama 4 bulan, untuk tinggal di sini, bekerja dan menikmati kehidupan masyarakatnya. Bermula dari seorang kenalan yang mengajak saya untuk mengurus sebuah resort --yang nyaris bangkrut-- saya menyetujui ajakannya untuk move in ke Ubud, tepatnya di Desa Sayan. Bila ditanya berapa jauh dari pusat kota Ubud, mungkin sekitar 10 menit saja. Kalau anda tahu Four Season Hotel, nah tempat saya tinggal sekitar 50 meter saja dari sana. By the way, saya tidak akan menjelaskan dengan pasti keadaan resort tempat saya bekerja, karena it's bit embarrasing :). Tapi tidak akan pernah menyesal saya pernah mengenal tempat ini. Manajemen resort yang kurang bagus, dimiliki oleh orang Australia tapi cerewetnya minta ampun dan lagi terbelit hutang. Padahal konsep resort yang antik, arsitektur Bali yang sangat kental dengan seni, serta landscape resort yang tepat berada di sebuah lembah sehingga bisa menikmati keindahan sungai Ayung yang sangat menakjubkan. Wah pokoknya  bikin speechless deh!