Showing posts with label Jalan-Jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan-Jalan. Show all posts

Tuesday, September 9, 2014

Nusa Lembongan & Nusa Ceningan Memories


 
Sunset at Jungut Batu Beach



Mengunjungi Pulau Nusa Lembongan lagi dan kali ini sangat berkesan. Bagi para pembaca setia blog saya mungkin sudah sempat membaca postingan sebelumnya tentang Nusa Lembongan. Waktu itu saya hanya berlibur di pulau mungil ini selama dua hari bersama teman-teman yang gokil, jadi waktunya agak terbatas. Tapi lumayan dapat hasil jepretan yang bagus saat itu.

Perjalanan kali ini saya menghabiskan waktu selama empat hari untuk menikmati suasana damai hanya bersama kekasih tercinta J. Jarang – jarang lho bisa kayak gini, meskipun belum kawin, eh nikah maksudnya, ya setidaknya traveling bareng itu dapat memperkuat sinyal-sinyal dan benih-benih asmara. Fakta bahwa traveling bersama kekasih bisa membuat hubungan semakin erat atau justru sebaliknya. Traveling can make or break any relationship. Langkah awal yang bagus untuk mengetahui sifat satu sama lain, melatih kesabaran dan kompromi, juga cara menghadapi dan memecahkan masalah bersama - sama J

Dengan harga tiket fast boat yang sama seperti sebelumnya yaitu Rp. 150,000 return/orang, kita berangkat dari Pantai Sanur pukul 12.30 dan sampai di Jungut Batu 40 menit kemudian, jadi tidak berlabuh di Mushroom Bay kali ini. Kita memilih untuk menginap di Pondok Jenggala. Suasana Jungut Batu sangat berbeda dengan tempat saya menginap dulu di Dream Beach Kubu yang sepi. Jungut Batu lebih vibrant dan lebih banyak pilihan kalau mau makan di luar hotel. Lokasi Pondok Jenggala di jalan utama, berjalan kaki sekitar 15 menit dari bibir pantai.

Sunset di Jungut Batu memang super indah. Selama tinggal di sini kita selalu menghabiskan sore hari di Scooby Doo Bar sambil menikmati minum dan menyaksikan matahari terbenam. Romantis banget deh!

Perahu kosong dengan latar belakang matahari terbenam

Love you

Dulu saya tidak menyempatkan diri untuk menjelajahi Pulau Nusa Ceningan, karena beberapa teman waktu itu sempat give up naik motor dengan keadaan jalan yang sangat rusak. Nah, kali ini berhubung saya dan pacar memang petualang sejati, kita bantai habis motor yang kita sewa Rp. 60,000/hari untuk berkeliling Pulau Nusa Ceningan dengan menyeberangi jembatan kuning mungil antara Lembongan – Ceningan itu lagi.

Devil's Tear and its rainbow!

Dramatic landscape at Devil's Tear

Di ujung barat Pulau Nusa Ceningan kita berhenti menikmati pemandangan pantai dengan tebing yang indah serta air laut yang sangat biru. Indah banget! Menjelang sore kita memutuskan untuk menikmati bir bintang di Secret Point. Nah, di sinilah kita menikmati pantai yang begitu cantik dan sepi (meskipun airnya dingit banget!). Kita berdua sepakat untuk menamai tempat ini The Tunnel of Love.

Tunnel of Love :)

Secret Point Beach
Air lautnya biru banget. Ini di Nusa Ceningan

Oh Nusa Ceningan you're beautiful!

Liburan kali ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam di ingatan saya. 


"Going on that first trip with a significant other is a milestone in every relationship, and is a great way to test your compatibility and ability to compromise before moving in together."

Monday, June 16, 2014

Betelnut café – Canggu

Betelnut cafe dari depan

Enaknya tinggal di Bali, selain mencari nafkah kita bisa sekalian liburan. Bener gak? Senin sampai Jumat sibuk kerja, terus di akhir pekan bisa liburan atau hunting kuliner enak. Secara kan banyak pilihan tempat makan yang enak di Bali.

Craving for healthy Mexican food? Hmmmm…mari kita kupas tempat yang satu ini. Berlokasi di Jl. Batu Bolong, tepat di sebelah kiri setelah pertigaan Echo Beach – Batu Bolong. Tempatnya cozy. Kalau lagi pengen makan nachos sambil menikmati pemandangan sawah dan sunset, datanglah di sore hari.

Kebanyakan yang makan di sini adalah wisatawan mancanegara, kebanyakan surfer sih. Saya biasa datang bareng temen, jadi kalo pas nyampe sana, cuma kita lokalnya, haha!

Tempat ini selalu penuh kalau pas berkunjung di jam makan siang dan makan malam. Kita selalu memilih untuk duduk di lantai atas karena lebih enak makannya sambil menikmati semilir angin dari sawah. Bisa juga duduk di bawah buat kalian yang memilih ruangan ber-AC.

Konsep dari café ini adalah menyajikan makanan sehat dengan sentuhan rasa kombinasi Balinese food dan juga Mexican. Well, buat hipster bisa menikmati raw food juga. Semua menu yang tersedia di sini disajikan dengan porsi yang cukup besar. Harga sudah termasuk pajak. Pilihan makanannya beragam. Tapi saran saya adalah untuk tidak memesan kari or something Asian/Balinese food, karena konsep sehatnya membuat rasa asli tidak begitu terasa. Jadi pesan saja something about Mexican, ya itulah specialty dari café ini.

What to eat:

I suggest you to order Nachos Nakal with Chicken or Vegie. Satu porsi kalau habis sendiri berarti anda sebenarnya terlahir sebagai kuli. Hahaa..just joking broh! Habis ya porsinya gede banget. Kalau di tempat lain beli Nachos dengan harga yang sama, dijamin gak dapet porsi kayak di Betelnut ini. Bahannya juga fresh! Seger, sedap, sehat!

Nachos Nakal

Sunday, June 1, 2014

Dari Bali Melipir ke Karimun Jawa

Suasana sunset di Pelabuhan Kecil, Pulau Karimun Jawa

“Bukannya Bali lebih bagus ya?” sapa seorang pemandu wisata ketika saya menginjakkan kaki di Pulau Karimun.

Seru juga terdampar di sebuah kepulauan indah dan eksotis ini. Setidaknya bisa lepas dari hiruk pikuk dan padatnya lalu lintas kota Denpasar. Namun, pertanyaan di atas membuat saya meneguk liur. Kenapa ke Karimun? Kan Pulau Bali bagus, lebih terkenal dan di mata orang, Bali mempunyai daya tarik budaya tersendiri. Memang ada beberapa tempat yang belum saya kunjungi di Bali (orang Bali macam apa ini), terutama spot untuk menikmati keindahan pantai dan terumbu karangnya. Ya toh juga saya tinggal di sini jadi bisa kapan aja. Nah, kesempatan untuk ke tempat yang lebih jauh kan belum tentu bisa, harus cari waktu libur dan dapat ijin dari kantor. Ya maklumlah kerja di dunia perhotelan juga agak susah cari liburnya.

Karena waktu yang agak terbatas inilah saya berusaha untuk menyusun itinerary sebaik-baiknya dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jadi biar pas dengan jatah libur di hari Sabtu dan Minggu, sisanya ambil jatah cuti. Sehingga saya putuskan untuk mengambil trip untuk mengeksplorasi Kepulauan Karimun dalam empat hari tiga malam. Mencari tiket murah dari Bali ke Jogjakarta terlebih dahulu. Mengingat kondisi yang tight budget cari pesawat Bali – Semarang agak mahal. So this time, gonna be another long trip.

Wednesday, May 7, 2014

The Fullerton Hotel

View from the room

[Cerita sebelumnya Locked Up Abroad]

Salahkan petugas imigrasi yang sempat membuat saya merasa sebagai pelaku kriminal, merasa terintimidasi dan minder. Untunglah kali ini memilih untuk traveling lebih high end. Dikit. Kalau saja saya memilih berwisata ala backpacking seperti biasa, mungkin rasa bad mood akan terus menempel sepanjang perjalanan setelah tragedi locked up abroad selama kurang lebih 45 menit itu. 

Setelah naik taksi dan segera menuju Fullerton Hotel, saya mulai bisa menghela nafas lega. Perkara paspor sudah lupakan saja, seperti yang saya ceritakan sebelumnya, entah kenapa, hanya Tuhan dan petugas imigrasi itu yang tahu.

Oh iya, eniwei, saya naik taksinya yang agak lebih murah sih, sempet ditanya waktu keluar dari arrival hall:

‘Yes Sir, do you want a taxi? Is this one ok?’ Tanya seoranga uncle sambil menunjuk sebuah Limousine.

Saya masih bengong.

Wednesday, April 16, 2014

Singapura dan Tragedi Locked Up Abroad

Ready to depart, Bali - Singapore

'Hooh mau liburan nih ke Singapura, stay di Fullerton Hotel'

'Wah sialan, you lucky bastard!' balasan seorang teman di whatsapp ketika saya bilang bakal berkunjung ke Singapura.

Merasa beruntung dapat kesempatan untuk berlibur ke Singapura lagi. Kali ini memang khusus buat liburan sih, karena Oktober tahun lalu kunjungan saya ke negera kecil mungil ini untuk urusan kerjaan, yaitu menghadiri ITB expo. Nah kali ini, saya berangkat Jumat pagi dan balik di Minggu siang, lumayan tiga hari dua malam bersantai in a luxury way, yay!

View of the sunrise from Ngurah Rai Airport
Angan-angan serta imajinasi saya selama di perjalanan sudah dipenuhi dengan kemewahan Hotel Fullerton, kolam renangnya serta fasilitas mewah lainnya yang ditawarkan. Sesampainya di Changi Airport saya tidak merasa ada kejanggalan apapun dalam diri saya serta barang bawaan saya. Sekian kali ke Singapura untuk urusan kerjaan selalu lancar jaya dan berhasil lolos konter imigrasi dengan aman. Namun, kali ini sesuatu telah terjadi. Satu hal yang hampir membuat saya diterbangkan kembali ke Bali.

'Hah, kenape nih you punya passport?' Petugas imigrasi bertanya dan membuat saya tercengang. Seorang perempuan tengah baya membolak balik paspor saya dan membenamkannya di mesin, namun dia merasa gagal.

'I don't know...' jawab saya dengan wajah yang mulai terlihat pucat.

Monday, March 17, 2014

Sunset at Pandawa Beach Bali

Pandawa Beach

Hmmm...buat yang tinggal di Bali pernah gak merasa kehabisan ide kalau pas lagi weekend? Pengen jalan-jalan tapi bingung mesti ke mana. Saya kadang kehabisan ide karena kalau mau ke Seminyak buat beli bakso dan menikmasti sunset mah udah keseringan.

Nah, akhirnya saya dan teman-teman yang doyan pantai memutuskan untuk mengunjungi Pantai Pandawa. Lokasinya lumayan jauh sih di ujung, dekat Pantai Kutuh, Nusa Dua. Kayaknya orang-orang udah pada kenal pantai ini deh, saya telat hahaha. Banyak sekali wisatawan domestik berkunjung dengan bus pariwisata yang gede. Saat memasuki area pantai, jadilah dipenuhi oleh lautan manusia. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak sekolah yang datang dari luar Bali.

Tuesday, February 4, 2014

Serunya Berlibur di Nusa Lembongan

Mushroom Bay

Untuk pertama kalinya saya bisa menikmati liburan bersama teman - teman tercinta, karena saya biasanya gak terlalu suka traveling rame-rame. Tapi kalo sama temen yang gokil, seru juga ternyata. Destinasi kali ini adalah Nusa Lembongan. Ya karena mumpung lagi liburan Chinese New Year yang jatuh di hari Jumat jadi bisa long weekend, dan tidak memakan banyak waktu diperjalanan dari Denpasar. Escape getaways gitu kan ceritanya.

Dua hari sebelum keberangkatan saya maunya batal ikut, karena pinggang sakit (gak banget nih penyakit) takutnya malah menghambat liburan yang lain. Gak seru aja mereka mesti gendong manusia dugong kayak saya menyeberang pulau. Meskipun deket. Tapi untungnya berkat kekuatan balsem geliga sakit pinggang saya hilang.

Monday, November 25, 2013

Tempat Ngopi Di Seminyak dan Sekitarnya


Well, for all coffee lovers out there, saya mau berbagi referensi tempat ngopi favorite saya di Seminyak dan sekitarnya. Tapi bukan chain coffee shops seperti Starbucks atau The Coffee Bean ya. Saya lebih suka original concept coffee house dibandingkan dua brand di atas (tuh jiwa hipster saya keluar). Kalau mungkin ada yang punya rekomendasi lain silahkan post your comment down below ya ;)

Beberapa tempat berikut sering saya kunjungi bersama teman. Nyaman buat nongkrong sambil ngopi dan menikmati kue-kue khas buatan mereka. Bukan cuma sekedar kopi dan dessert nya saja yang menjadi handalan, hidangan utamanya pun bisa membuat lidah saya ngiler.


Cappucino and Red Velvet Cake at The Coffee House Seminyak

Tuesday, November 5, 2013

Pura Segara Rupek dan Pesona Pantai Selat Bali

Kawasan Bali bagian utara mungkin tidak begitu dikenal jika dibandingkan dengan wilayah Bali bagian selatan seperti Kuta, Jimbaran, dan Seminyak. Satu kata yang mungkin tergambar dalam benak kita tentang Bali Utara adalah Lovina. Tapi tunggu dulu, pesona kabupaten Buleleng bukan cuma itu saja. Cobalah mengeksplorasi lebih ke wilayah barat dari kabupaten Buleleng. Pemuteran, mungkin sudah mulai banyak dikenal juga dikalangan wisatawan. Namun pernahkah anda menuju tempat yang satu ini?

Pura Segara Rupek. Sebenarnya Pura ini berlokasi tepat di dalam wilayah penangkaran atau cagar alam nasional wilayah Buleleng Barat yang berlokasi di Desa Sumberkelampok, sekitar 5 km sebelum Gilimanuk kalau anda datang dari arah Singaraja. Kita harus memasuki kawasan cagar alam sekitar 15 km untuk bisa mencapai Pura Segara Rupek dengan kondisi jalan yang sedikit off-road. Penuh petualangan. Di sepanjang jalan anda bisa menikmati hutan dan semak belukar lengkap dengan monyet dan berbagai jenis satwa burung yang indah. Sekitar 20 menit sebelum anda tiba di Pura, pemandangan pantai sangat memanjakan mata dan kita bisa melihat pelabuhan Gilimanuk serta Pulau Jawa yang begitu dekat seolah tanpa ada pembatas. Padahal tepat  di seberangnya itu adalah selat Bali. Pantainya so gorgeous!

Off-road track to reach the temple

Tuesday, October 29, 2013

Travel A Lot Capture A Lot

People, nature and other things surround you can be very inspiring. I visited some places to escape for a little while from my hectic work at office. Could be very relaxing to see new places with beautiful nature, interesting culture and nice people to blend with. Travel as a local. You may want to see few snapshots of mine using Nikon D60, here they are:

Yellow flowers at Bedugul

Feels like spring in Bali

Friday, October 11, 2013

Shopping in Ubud

What would you like to do in Ubud? If you asked me that question, my answer is to explore the traditional market to find a good quality and unique handicrafts. Ubud as famously called the city of arts and culture in Bali, offers a bunch of handmade handicrafts, clothes, paintings and jewelries. All you need to do is just walk around at the central market of Ubud, then you'll find a lot of shops outlet that might caught your eyes.

Below are some photos during my adventure-shopping with friends few weeks ago:

Anyone need a ring for the wedding? :D

These handicrafts are a combination between fish, duck and chicken

Friday, May 17, 2013

Menikmati Nasi Campur Khas Bali

Bubur Ayam Khas Bali kesukaan sayaaaaaa!!

Buat yang suka berwisata kuliner, yuk mari kita membahas beberapa tempat di wilayah Sanur yang menyajikan makanan khas Bali. Kenapa Sanur? Karena saya lebih sering bersepeda berkeliling Sanur, setiap hari minggu pagi. Biasanya saya mulai dari Pantai Sanur (Bali Beach Hotel), menyewa sepeda seharga IDR 10,000/Orang untuk dua - empat jam pemakaian. Berkeliling dari sepanjang trotoar pantai yang berujung di Pantai Mertasari, kemudian berlanjut ke jalan Danau Tamblingan untuk balik lagi ke tempat awal. Lumayan menguras keringat karena rute yang ditempuh sepanjang 11 km :)

Nah, berikut adalah beberapa spot warung, spesial menyajikan makanan khas Bali yang mungkin salah satunya sudah pada tahu:

Friday, May 10, 2013

Menikmati Tacos di TJ's Mexican Food Kuta

Chicken Tacos

Makan, makan dan makan adalah hobi yang paling menyenangkan buat saya. Bukan karena hanya bikin kenyang. Tapi perjuangan untuk menikmati makanan tersebut kadang menjadikannya sangat spesial. Saya dan seorang teman yang juga hobi makan, mulai berkomitmen untuk menabung supaya bisa mencicipi makanan-makanan enak di masing-masing restoran terkemuka yang ada di Bali. Ya, sebulan sekali keluar uang untuk hobi yang satu ini bukan masalah :). Amin. Ketika alam sudah berbicara semua akan senada seirama. #apeu

Thursday, April 4, 2013

Lake Tamblingan in North Bali


Traditional boats on Lake Tamblingan with the beauty classical temple behind 

Sehari sebelum Hari Raya Galungan saya menyempatkan diri mampir di Danau Tamblingan. Berhubung satu arah dengan rute saya pulang kampung jadi gak ada salahnya main-main sebentar sambil berfoto ria.

Buat yang belum pernah ke Bali, what is in your mind? Mungkin hanya sebatas Pantai Kuta, Seminyak, Nusa Dua atau Ubud. Sambangi Bali Utara ya kalau berkunjung dalam waktu yang lama. Kalau misalnya ada rencana untuk berkunjung ke Pantai Lovina atau Air Terjun Gitgit, nah bis belok sedikit ke arah danau ini. Atau yang cuma berencana untuk ke Bedugul, nah lewat lagi sedikit saja ke arah Danau Buyan dan Tamblingan ya :)

Wednesday, December 12, 2012

Beach Time : Seminyak - Double Six

@Copyright Kue Putu : lovely sunset time at Seminyak Beach
Weekend di Bali paling pas menghabiskan waktu sore di pantai. Setiap hari minggu itu enaknya nongkrong di pantai Double Six, Seminyak. Biasanya sih sama temen-temen sambil menikmati bakso. Ya menikmati bule-bule lucu juga :D. Nah, tapi bule-bule di sini itu banyak yang ditemani 'ayam'. Lucu sih kalo mantengin mereka, terus menguping beberapa percakapan yang lucu.

Nah, suatu hari pas lagi asik ngobrol, tiba-tiba ada tiga cewek datang dari arah panatai menuju ke sekumpulan bule bersama 'ayam-ayamnya' yang duduk di depan kita. Ketiga cewek ini langsung nyamperin seorang bule sambil memukulnya pake helm. Terdengar bahasa inggris yang tidak sepantasnya terucap karena rada jorok dan juga pengucapan yang gak bener. Ketiga cewek ini masih sangat belia. Body-nya sih oke punya, apalagi susunya tuh ngalahin Jupe. Yah tapi attitude yang rada memalukan, juga fashion street yang rada nyeleneh :D. Kadang terdenger ucapan - ucapan : 'I'm good suck', 'Hey I'm still pirgin you know', bukanya bilang virgin eh malah pirgin.

Monday, August 27, 2012

Mendaki Gunung Batur, Toya Devasya

Me, in action on the breathtaking view

Untuk pertama kalinya saya outing bersama rekan-rekan kerja, dan kali ini sangat berkesan sekali. Ya, kita mengunjungi sebuah villa yang berlokasi di Kintamani, tepatnya di desa Toya Bungkah, Penlokan. The Ayu Villa Kintamani, nama yang sangat manis juga lokasinya yang begitu dekat dengan Danau Batur, bisa langsung nyebur malah.

Tujuan utama kesini adalah untuk site inspection dan perkenalan diri bahwa kita akan mulai me-manage villa ini, dan resort-nya yang bernama Toya Devasya. Jadi kita perkenalan, camping dan mencoba fasilitas serta aktivitas yang tersedia di The Ayu Villa. Saya yang penyuka adventure diberi kesempatan seperti ini ya super duper excited!

Wednesday, May 30, 2012

Virgin Beach, Bali


Virgin Beach ay!


Senin 14 May 2012

Lucu juga kalo saya harus mengingat dua hari petualangan di bagian timur Baliku tercinta. Ya, terus terang belum begitu tahu wilayah Karangasem. Terutama surganya snorkeling, Amed.

Kalo ada yang melihat saya waktu itu mungkin banyak yang berperasangka saya ini sopir atau tour guide. Karena waktu itu cuma seorang diri berkulit sawo matang, ya, yang lainnya berkulit putih semua. Mereka adalah teman asal Jerman yang sudah lama tinggal di Bali dan punya rumah di Sanur, Vera dan Michael, serta teman mereka yang baru datang berkunjung, mengunjungi saya sih tepatnya, hihihihi (namanya rahasia :D).

Saya sama sekali kagak tahu bakal mau dibawa kemana diri yang mungil ini. Sampai saya sadar akhirnya kita mendekai wilayah Candi Dasa, kita menginap di sebuah penginapan milik seorang wanita asli Bali bernama Ibu Ayu, bersuamikan orang Jerman. Ibu Ayu sendiri sih katanya sempat tinggal selama 5 tahun di Jerman. Mereka punya dua anak yang subur (gendut-gendut chubby), hihihi, jadi blasteran gitu. Nama tempatnya adalah Candi Bakery. Tidak dekat dengan pantai, melainkan masuk ke dalam, kearah jalan menuju Desa Tenganan. Tapi kata Vera kita di sini hanya untuk menginap satu malam.

Thursday, January 12, 2012

Liburan Part 14: Keindahan Danau Toba dan Pulau Samosir


Tuk Tuk, resort area di Pulau Samosir


           Buat yang belum baca kisah sebelumnya monggo dicek lagi dulu. Yang lupa silakan dicek lagi juga yaah di sini Part 13.

            Setelah semaleman menginap di Medan, esok harinya sekitar pukul 10 pagi saya cabut dan langsung menuju ke Danau Toba! Super excited banget! Harga sewa mobil Rp.95.000. Jarak tempuh dari Medan ke Danau Toba, tepatnya kota Parapat adalah empat jam. Awalnya mikir mobil yang saya sewa ini semanusiawi mobil van yang sering saya tumpangi saat di Bangkok. Setidaknya ada space buat saya sendiri untuk bergerak dan bernafas. Lah ini L, ternyata mobil Avansa, yang penuh sama orang Batak mau balik ke Parapat, dan ada satu bule nyempil di belakang bersama saya. Herannya saya yang duduk paling belakang berdesakan dengan barang-barang bawaan para penumpang. Kok tega banget? Saya kan orang asing. Saya turis di sini, harusnya di depan donk! *abaikan* Selama perjalanan itu pula saya pun mabok bae. Sumpah gak enak banget. Gak bisa tiduran, sebelah kanan saya penuh dengan tas dan kotak-kotak yang sepertinya berisi oleh-oleh. Semakin membuat ruang gerak saya terbatas. Sedangkan sebelah kiri saya si Bule juga kelihatan kesel dan seolah kehabisan nafas. Kita berdua tidak berkomentar banyak, hanya saling memandang penuh makna. Iya, makna ketidaksanggupan menempuh perjalanan selama empat jam kalo kayak gini. Ingin muntah, karena mabok.

            Setelah empat jam perjalanan, walaupun sempet berhenti bentar untuk ke toilet dan makan, tetap rasa pusing saya tak tertahankan. Apalagi setelah hampir mendekati Danau Toba. Karena topografi yang berpegunungan, jalan berkelok-kelok, membuat seisi perut saya ingin keluar kembali. Saya yang tadi pas waktu berhenti sempet makan indomie goreng, tiba-tiba keluar menjadi indomie kuah. Begitu ceritaku, gimana ceritamu? #kokjadiceritaindomie?

Sunday, October 9, 2011

Liburan Part 8: Dari Bangkok Bernomaden ke Pattaya



Pattaya Landmark

Menikmati masakan khas Thailand

City of Traffic jugaaaa...



Buat sebagian orang yang gemar hingar bingar kehidupan kota, mungkin Bangkok merupakan pilihan tepat untuk tujuan wisata anda. Tapi bukan buat saya. Ya, untuk stay tiga hari cukuplah. Beberapa mall besar seperti Siam Square, atau pasar tradisional yang terkenal seperti Chatuchak Weekend Market yang khusus buka setiap akhir pekan dari hari jumat sampai minggu, merupakan alternatif untuk wisata belanja. Entah kenapa saya gak begitu tertarik untuk hal itu. Beberapa tour agent yang saya kunjungi, dari sekian tawaran tour, yang saya minati cuma Floating Market, Damnoen Saduak.