Friday, March 30, 2012

Double Six Beach, Seminyak (Jogging, Sunset, & Capturing)

At Double Six Beach

Saya bukan tipikal orang yang addicted to gym, nope! Pertama karena mikir ngapain juga harus olahraga tapi ngeliat tembok atau sekumpulan barble dan mesin pembentuk otot. Or maybe, sekumpulan tante-tante aeorobik, bahkan ada pria kekar namun feminim yang nyelip di dalamnya. Kedua, karena mikir mending uang membernya saya pakai untuk beli celana dalam aja kali ya haha. No way, it's not the main reason of course! Gue lebih suka berolahraga di alam terbuka, bisa menghirup udara segar dan memandang alam nan indah ini, terutama pantai. Yup! Salah satu pantai favorit saya buat jogging adalah Double Six Beach, Seminyak. Dulu saya lebih sering jogging di pantai Sanur. Karena saat itu tinggalnya lebih dekat ke sana, dan lebih memungkinkan untuk menghabiskan waktu jogging di pagi hari. Secara Sanur is a perfect spot for sunrise! Nah sekarang, semenjak pindah ke tempat lain, saya lebih dekatnya ke arah Seminyak nih. Jadi pilihan untuk melakukan Jogging adalah ke pantai seputaran Seminyak. So, pilihan tepat untuk jogging ya di sore hari sambil menikmati sunset. 

Minggu lalu tidak sengaja iseng-iseng saya mengajak seorang teman untuk jogging, karena beberapa hari terakhir dia sering mengeluh dengan perut buncitnya, juga berat badan yang terus bertambah. Saya suruh ke Gym, katanya males, laaah.... *tepuk jidat*. Dan sambil membujuk dia sekalian mengambil beberapa foto sunset, jadilah dia tertarik untuk ikutan jogging di pantai. Hasil fotonya ya lumayan. Gak pernah kebayang sebelumnya buat ngambil foto sambil jogging, ternyata banyak momen yang bisa dijepret. Termasuk foto landscape yang ternyata sangat bagus di pantai ini!

Friday, March 16, 2012

Ubud, Good Friends and The Good Food

@ Coco Bistro Ubud with Bella, Erwin and Kelsey

Membahas kota yang satu ini, tidak akan pernah lepas dari kata kagum yang akan terlontar dari mulut kita. Ya, Ubud. Salah satu kota di pulau tercintaku Bali ini, sempat menjadi kota terbaik di Asia versi majalah Conde Nast di tahun 2010 lalu. So proud! Menurut saya sendiri predikat tersebut sangatlah tepat disandang oleh kota ini. Budaya, kehidupan masyarakatnya yang masih sangat memperhatikan kehidupan adat istiadat, serta alam yang masih asri, dilengkapi dengan bertebarnya hotel dan resort kelas bintang lima. Tidak hanya itu, untuk memanjakan lidah kita, bertebaran pula tempat-tempat makan yang berkelas serta menyajikan masakan mulai dari makanan asli Bali, sampai western food. Bukan yang berkelas saja sih, warung biasa pun punya kualitas dan rasanya yang autentik hmmmm...dijamin bikin ngiler dan nagih lagi!

Nah, kali ini saya akan bercerita, kenapa saya bisa terdampar di Ubud selama 4 bulan, untuk tinggal di sini, bekerja dan menikmati kehidupan masyarakatnya. Bermula dari seorang kenalan yang mengajak saya untuk mengurus sebuah resort --yang nyaris bangkrut-- saya menyetujui ajakannya untuk move in ke Ubud, tepatnya di Desa Sayan. Bila ditanya berapa jauh dari pusat kota Ubud, mungkin sekitar 10 menit saja. Kalau anda tahu Four Season Hotel, nah tempat saya tinggal sekitar 50 meter saja dari sana. By the way, saya tidak akan menjelaskan dengan pasti keadaan resort tempat saya bekerja, karena it's bit embarrasing :). Tapi tidak akan pernah menyesal saya pernah mengenal tempat ini. Manajemen resort yang kurang bagus, dimiliki oleh orang Australia tapi cerewetnya minta ampun dan lagi terbelit hutang. Padahal konsep resort yang antik, arsitektur Bali yang sangat kental dengan seni, serta landscape resort yang tepat berada di sebuah lembah sehingga bisa menikmati keindahan sungai Ayung yang sangat menakjubkan. Wah pokoknya  bikin speechless deh!

Monday, March 5, 2012

Sunset at Padang Padang Beach, Pecatu, Uluwatu, Bali

Have you seen Julia Roberts in 'Eat Pray Love' guys? If you've seen it, maybe you could recognize this beach. Yes, it's Padang Padang Beach, which you can see near the end of the movie. This beach is about 25 minutes from Ngurah Rai Airport headed south to Uluwatu, which is the way to Garuda Wisnu Kencana (Cultural Park), between Dreamland Beach and Uluwatu Temple. Before the world wide premiere of this movie, Padang Padang beach was not that famous, just a few people knew it. I was one of them ;). But now, this beach gets more visitors especially surfers. A bit hard and far to reach, but really worth it. From the road where you have to park your bike or car, then you have to go down through the tiny stairways between the cave. Small space, which is surrounded by cliff, beautiful white sands, and green clear water as colored by the seaweed and the coral reef. 

Hayo ada yang belum tahu dimana itu Padang Padang beach? Dimana...dimana dimaaaana... *dangdutan*. Yang belum pernah mungkin bisa dicoba buat nonton filmnya Julia Roberts 'Eat Pray Love' deh. Meskipun ya cuma sebentar saja shotnya disana. Buat yang sering liburan di Bali atau yang tinggal di Bali tapi kagak tahu nih dimana, ya saatnya kini berkunjung. Waktu pertama kali gue berkunjung kesini, maybe about tiga tahun yang lalu. Sampai sekarang gue lebih suka kesini dari pada Pantai Dreamland, yang kini semakin parah  ramainya seperti Pantai Kuta. Kalau di sini masih sedikit sepi, mungkin karena tempatnya yang tidak begitu luas, dan cukup jauh di jangkau. Selain itu struktur pantai yang dangkal dan penuh karang. Tapi jika mau lebih ke dalam lagi, pantai ini sangat pas buat para Surfer, karena ombaknya yang cuckup tinggi.


(Click Pics to enlarge)

Padang Padang beach, swim and sunset time

A bunch of fisherman

Padang Padang Beach, perfect twilight!