Tuesday, September 9, 2014

Nusa Lembongan & Nusa Ceningan Memories


 
Sunset at Jungut Batu Beach



Mengunjungi Pulau Nusa Lembongan lagi dan kali ini sangat berkesan. Bagi para pembaca setia blog saya mungkin sudah sempat membaca postingan sebelumnya tentang Nusa Lembongan. Waktu itu saya hanya berlibur di pulau mungil ini selama dua hari bersama teman-teman yang gokil, jadi waktunya agak terbatas. Tapi lumayan dapat hasil jepretan yang bagus saat itu.

Perjalanan kali ini saya menghabiskan waktu selama empat hari untuk menikmati suasana damai hanya bersama kekasih tercinta J. Jarang – jarang lho bisa kayak gini, meskipun belum kawin, eh nikah maksudnya, ya setidaknya traveling bareng itu dapat memperkuat sinyal-sinyal dan benih-benih asmara. Fakta bahwa traveling bersama kekasih bisa membuat hubungan semakin erat atau justru sebaliknya. Traveling can make or break any relationship. Langkah awal yang bagus untuk mengetahui sifat satu sama lain, melatih kesabaran dan kompromi, juga cara menghadapi dan memecahkan masalah bersama - sama J

Dengan harga tiket fast boat yang sama seperti sebelumnya yaitu Rp. 150,000 return/orang, kita berangkat dari Pantai Sanur pukul 12.30 dan sampai di Jungut Batu 40 menit kemudian, jadi tidak berlabuh di Mushroom Bay kali ini. Kita memilih untuk menginap di Pondok Jenggala. Suasana Jungut Batu sangat berbeda dengan tempat saya menginap dulu di Dream Beach Kubu yang sepi. Jungut Batu lebih vibrant dan lebih banyak pilihan kalau mau makan di luar hotel. Lokasi Pondok Jenggala di jalan utama, berjalan kaki sekitar 15 menit dari bibir pantai.

Sunset di Jungut Batu memang super indah. Selama tinggal di sini kita selalu menghabiskan sore hari di Scooby Doo Bar sambil menikmati minum dan menyaksikan matahari terbenam. Romantis banget deh!

Perahu kosong dengan latar belakang matahari terbenam

Love you

Dulu saya tidak menyempatkan diri untuk menjelajahi Pulau Nusa Ceningan, karena beberapa teman waktu itu sempat give up naik motor dengan keadaan jalan yang sangat rusak. Nah, kali ini berhubung saya dan pacar memang petualang sejati, kita bantai habis motor yang kita sewa Rp. 60,000/hari untuk berkeliling Pulau Nusa Ceningan dengan menyeberangi jembatan kuning mungil antara Lembongan – Ceningan itu lagi.

Devil's Tear and its rainbow!

Dramatic landscape at Devil's Tear

Di ujung barat Pulau Nusa Ceningan kita berhenti menikmati pemandangan pantai dengan tebing yang indah serta air laut yang sangat biru. Indah banget! Menjelang sore kita memutuskan untuk menikmati bir bintang di Secret Point. Nah, di sinilah kita menikmati pantai yang begitu cantik dan sepi (meskipun airnya dingit banget!). Kita berdua sepakat untuk menamai tempat ini The Tunnel of Love.

Tunnel of Love :)

Secret Point Beach
Air lautnya biru banget. Ini di Nusa Ceningan

Oh Nusa Ceningan you're beautiful!

Liburan kali ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam di ingatan saya. 


"Going on that first trip with a significant other is a milestone in every relationship, and is a great way to test your compatibility and ability to compromise before moving in together."

Monday, June 16, 2014

Betelnut café – Canggu

Betelnut cafe dari depan

Enaknya tinggal di Bali, selain mencari nafkah kita bisa sekalian liburan. Bener gak? Senin sampai Jumat sibuk kerja, terus di akhir pekan bisa liburan atau hunting kuliner enak. Secara kan banyak pilihan tempat makan yang enak di Bali.

Craving for healthy Mexican food? Hmmmm…mari kita kupas tempat yang satu ini. Berlokasi di Jl. Batu Bolong, tepat di sebelah kiri setelah pertigaan Echo Beach – Batu Bolong. Tempatnya cozy. Kalau lagi pengen makan nachos sambil menikmati pemandangan sawah dan sunset, datanglah di sore hari.

Kebanyakan yang makan di sini adalah wisatawan mancanegara, kebanyakan surfer sih. Saya biasa datang bareng temen, jadi kalo pas nyampe sana, cuma kita lokalnya, haha!

Tempat ini selalu penuh kalau pas berkunjung di jam makan siang dan makan malam. Kita selalu memilih untuk duduk di lantai atas karena lebih enak makannya sambil menikmati semilir angin dari sawah. Bisa juga duduk di bawah buat kalian yang memilih ruangan ber-AC.

Konsep dari café ini adalah menyajikan makanan sehat dengan sentuhan rasa kombinasi Balinese food dan juga Mexican. Well, buat hipster bisa menikmati raw food juga. Semua menu yang tersedia di sini disajikan dengan porsi yang cukup besar. Harga sudah termasuk pajak. Pilihan makanannya beragam. Tapi saran saya adalah untuk tidak memesan kari or something Asian/Balinese food, karena konsep sehatnya membuat rasa asli tidak begitu terasa. Jadi pesan saja something about Mexican, ya itulah specialty dari café ini.

What to eat:

I suggest you to order Nachos Nakal with Chicken or Vegie. Satu porsi kalau habis sendiri berarti anda sebenarnya terlahir sebagai kuli. Hahaa..just joking broh! Habis ya porsinya gede banget. Kalau di tempat lain beli Nachos dengan harga yang sama, dijamin gak dapet porsi kayak di Betelnut ini. Bahannya juga fresh! Seger, sedap, sehat!

Nachos Nakal

Sunday, June 1, 2014

Dari Bali Melipir ke Karimun Jawa

Suasana sunset di Pelabuhan Kecil, Pulau Karimun Jawa

“Bukannya Bali lebih bagus ya?” sapa seorang pemandu wisata ketika saya menginjakkan kaki di Pulau Karimun.

Seru juga terdampar di sebuah kepulauan indah dan eksotis ini. Setidaknya bisa lepas dari hiruk pikuk dan padatnya lalu lintas kota Denpasar. Namun, pertanyaan di atas membuat saya meneguk liur. Kenapa ke Karimun? Kan Pulau Bali bagus, lebih terkenal dan di mata orang, Bali mempunyai daya tarik budaya tersendiri. Memang ada beberapa tempat yang belum saya kunjungi di Bali (orang Bali macam apa ini), terutama spot untuk menikmati keindahan pantai dan terumbu karangnya. Ya toh juga saya tinggal di sini jadi bisa kapan aja. Nah, kesempatan untuk ke tempat yang lebih jauh kan belum tentu bisa, harus cari waktu libur dan dapat ijin dari kantor. Ya maklumlah kerja di dunia perhotelan juga agak susah cari liburnya.

Karena waktu yang agak terbatas inilah saya berusaha untuk menyusun itinerary sebaik-baiknya dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jadi biar pas dengan jatah libur di hari Sabtu dan Minggu, sisanya ambil jatah cuti. Sehingga saya putuskan untuk mengambil trip untuk mengeksplorasi Kepulauan Karimun dalam empat hari tiga malam. Mencari tiket murah dari Bali ke Jogjakarta terlebih dahulu. Mengingat kondisi yang tight budget cari pesawat Bali – Semarang agak mahal. So this time, gonna be another long trip.

Wednesday, May 7, 2014

The Fullerton Hotel

View from the room

[Cerita sebelumnya Locked Up Abroad]

Salahkan petugas imigrasi yang sempat membuat saya merasa sebagai pelaku kriminal, merasa terintimidasi dan minder. Untunglah kali ini memilih untuk traveling lebih high end. Dikit. Kalau saja saya memilih berwisata ala backpacking seperti biasa, mungkin rasa bad mood akan terus menempel sepanjang perjalanan setelah tragedi locked up abroad selama kurang lebih 45 menit itu. 

Setelah naik taksi dan segera menuju Fullerton Hotel, saya mulai bisa menghela nafas lega. Perkara paspor sudah lupakan saja, seperti yang saya ceritakan sebelumnya, entah kenapa, hanya Tuhan dan petugas imigrasi itu yang tahu.

Oh iya, eniwei, saya naik taksinya yang agak lebih murah sih, sempet ditanya waktu keluar dari arrival hall:

‘Yes Sir, do you want a taxi? Is this one ok?’ Tanya seoranga uncle sambil menunjuk sebuah Limousine.

Saya masih bengong.

Wednesday, April 16, 2014

Singapura dan Tragedi Locked Up Abroad

Ready to depart, Bali - Singapore

'Hooh mau liburan nih ke Singapura, stay di Fullerton Hotel'

'Wah sialan, you lucky bastard!' balasan seorang teman di whatsapp ketika saya bilang bakal berkunjung ke Singapura.

Merasa beruntung dapat kesempatan untuk berlibur ke Singapura lagi. Kali ini memang khusus buat liburan sih, karena Oktober tahun lalu kunjungan saya ke negera kecil mungil ini untuk urusan kerjaan, yaitu menghadiri ITB expo. Nah kali ini, saya berangkat Jumat pagi dan balik di Minggu siang, lumayan tiga hari dua malam bersantai in a luxury way, yay!

View of the sunrise from Ngurah Rai Airport
Angan-angan serta imajinasi saya selama di perjalanan sudah dipenuhi dengan kemewahan Hotel Fullerton, kolam renangnya serta fasilitas mewah lainnya yang ditawarkan. Sesampainya di Changi Airport saya tidak merasa ada kejanggalan apapun dalam diri saya serta barang bawaan saya. Sekian kali ke Singapura untuk urusan kerjaan selalu lancar jaya dan berhasil lolos konter imigrasi dengan aman. Namun, kali ini sesuatu telah terjadi. Satu hal yang hampir membuat saya diterbangkan kembali ke Bali.

'Hah, kenape nih you punya passport?' Petugas imigrasi bertanya dan membuat saya tercengang. Seorang perempuan tengah baya membolak balik paspor saya dan membenamkannya di mesin, namun dia merasa gagal.

'I don't know...' jawab saya dengan wajah yang mulai terlihat pucat.

Monday, March 17, 2014

Sunset at Pandawa Beach Bali

Pandawa Beach

Hmmm...buat yang tinggal di Bali pernah gak merasa kehabisan ide kalau pas lagi weekend? Pengen jalan-jalan tapi bingung mesti ke mana. Saya kadang kehabisan ide karena kalau mau ke Seminyak buat beli bakso dan menikmasti sunset mah udah keseringan.

Nah, akhirnya saya dan teman-teman yang doyan pantai memutuskan untuk mengunjungi Pantai Pandawa. Lokasinya lumayan jauh sih di ujung, dekat Pantai Kutuh, Nusa Dua. Kayaknya orang-orang udah pada kenal pantai ini deh, saya telat hahaha. Banyak sekali wisatawan domestik berkunjung dengan bus pariwisata yang gede. Saat memasuki area pantai, jadilah dipenuhi oleh lautan manusia. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak sekolah yang datang dari luar Bali.

Tuesday, February 4, 2014

Serunya Berlibur di Nusa Lembongan

Mushroom Bay

Untuk pertama kalinya saya bisa menikmati liburan bersama teman - teman tercinta, karena saya biasanya gak terlalu suka traveling rame-rame. Tapi kalo sama temen yang gokil, seru juga ternyata. Destinasi kali ini adalah Nusa Lembongan. Ya karena mumpung lagi liburan Chinese New Year yang jatuh di hari Jumat jadi bisa long weekend, dan tidak memakan banyak waktu diperjalanan dari Denpasar. Escape getaways gitu kan ceritanya.

Dua hari sebelum keberangkatan saya maunya batal ikut, karena pinggang sakit (gak banget nih penyakit) takutnya malah menghambat liburan yang lain. Gak seru aja mereka mesti gendong manusia dugong kayak saya menyeberang pulau. Meskipun deket. Tapi untungnya berkat kekuatan balsem geliga sakit pinggang saya hilang.